Dari Malibu menuju Batu Payung di Pantai Merica Lombok

Saat berkunjung ke Pulau Lombok akhir April 2014 , kami sempatkan untuk menyusuri pantai barat ke arah selatan Pulau Lambok. Perjalanan dimulai dari Malibu menuju Pantai Senggigi. Jalanannya mulus, berliku, tanjakan turunan tak terasa karena sepanjang perjalanan kami disuguhi paduan warna biru – hijau laut dan putih pasir pantai disandingkan dengan lanskap biru langit bermandikan penuh sinar matahari dan perbukitan hijau yang membentuk teluk dan tanjung serta deretan pohon kelapa yang berjejer rapi, sangat eksotis !!

lombok1 lombok2Selagi menyusuri pantai, mampirlah untuk mencicipi ikan segar yang ditawarkan di pantai nelayan, Nipah. Dijamin ga bikin kantong bolong, pesanlah bakar ikan segar dengan Plecing Kangkung yang disajikan dengan sambal dadak tomat khas Sasak ditambah perasan air jeruk nipis, huuahhh…. Makan ikan segar yang empuk, kangkung dan sambal pedas… segar… sembari menikmati pemandangan pantai, sangat menggugah selera…. Jangan lupa, minuman penutupnya kelapa muda batok, slruupp… yammmy….

 

Perjalanan dari pantai barat dilanjutkan ke timur melalui rute kota Mataram – By Pass BIL (Bandara Internasional Lombok) kemudian ke selantan ke Pantai Kuta – bundaran Mandalika Resort (Novotel Hotel Lombok) – Tanjung Aan. Untuk menyusuri rute tersebut diperlukan jarak tempuh sekitar 2,5 jam.

Pantai Tanjung Aan terletak di Kuta. Bukan Pantai Kuta-nya Bali loh, di Lombok tengah juga punya Kuta. Pantai Kuta Lombok bisa dibilang Kuta-nya Bali tapi 10 tahun yang lalu. Pantainya sepi, bersih, sejauh mata memandang biru hijau laut, pasir putih, ombak yang sangat bersahabat, langit jernih dan hijau perbukitan tanpa terhalang apa pun. Cinderamata berupa gelang, kain, kaos dijajakan oleh pedagang yang jumlahnya pun hanya beberapa orang. Walaupun begitu, mereka sangat antusia dan bersemangat, kalau kita tidak berminat untuk beli, mending langsung tolak aja deh, karena begitu kita terlibat percakapan sedikit saja, mereka akan langsung nempel terrruusss….

lombok9Lanjut ke arah timur dari Pantai Kuta, akan kita temui Tanjung Aan. Pantai ini unik karena dalam satu garis pantainya mempunyai dua tipe pasir berbeda yang dipisahkan oleh batu karang yang lumayan besar. Sebelah barat Pantai Tanjung Aan, terdapat hamparan pasir putih yang sangat halus sekali dan juga bebatuan karang. Sebelah timur Pantai Tanjung Aan, terdapat hamparan pasir berwarna krem. Uniknya, butiran pasir pantainya besar-besar berbentuk seperti merica. Mangkanya dibilang Pantai Merica hehehe…

lombok6

 

lombok7Nah.. klo sudah di Tanjung Aan, lanjut mengunjungi Batu Payung. Batu Payungnya ada di balik bukit besar yang menjorok ke laut. Lewat jalur darat sebenarnya bisa seh, tapi saya rekomendasikan lewat jalur laut memutar bukit tersebut dengan perahu yang ditawarkan oleh penduduk setempat. Jangan sungkan-sungkan untuk menawar biaya sewa perahu sampai 50% dari harga yang ditawarkan. Mereka kooperatip ko hihihi…

lombok3

Seru loh naek perahu nelayan. Rasakan sensasinya mengarungi samudera hindia (walau hanya ditepiannya :P ), mulai dari tepian pantai yang berwarna hijau, dengan jernihnya air kita bisa melihat hamparan batu karang di dasarnya. Semakin ke tengah air laut berubah menjadi biru (tanda laut dalam y?!) tapi ombaknya sangat bersahabat bikin kita semakin enjoy n rilex menikmati hasil ciptaanNya.  Dan… setelah memutari bukit (drum pleaseee….) tampak dikejauhan Batu Payung tegak menantang diantara hamparan batu karang dan pasir putih berlatar belakang laut dan bukit karang.

lombok4 lombok5

Bentuknya seh klo menurutku g kaya payung ya, tapi lebih mirip sarung baseball, atau telapak tangan yang siap untuk ber-HI FIVE!! :D

 

 

 

 

 

 

Batukaras, pantai tersembunyi di kawasan Pangandaran

Perkenalkan, Pantai Batukaras, balinya orang Jawa Barat. Terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, 35 km sebelah barat Pangandaran.

Dengan ombak yang tidak terlalu menyeramkan karena terlindung oleh teluk kecil, sangat cocok sebagai tempat untuk berenang, naik jet ski, banana boat, donut ufo bahkan bermain selancar. Dan ternyata…… pantai ini direkomendasikan oleh Lonely Planet (www.lonelyplanet.com) sebagai salah satu tempat yang mempunyai ombak yang sempurna di Indonesia untuk peselancar pemula dan menengah! WOW….!! Pantas saja ketika kami mengunjungi tempat ini awal April 2014 lalu, kami berpapasan dengan bule-bule maupun penduduk local yang menenteng papan seluncur.

Untuk hotel, kami rebatukaras3komendasikan Villa Monyet Java. Villa ini dikelilingi oleh taman yang ditumbuhi berbagai macam tanaman liar yang dibiarkan bebas tumbuh subur tapi tertata dengan sangat apik. Konsep bungalownya pun istimewa, kembali ke alam. Bangunan yang didominasi oleh kayu, bamboo dan beratapkan rumbia dengan area terbuka yang cukup luas membuat suasana sejuk, adem, nyaman. Tipe bungalownya pun beragam, mulai dari versi ‘gubug’ dengan tarif Rp 150.000 / malam sampai family bungalow dengan tarif Rp 750.000 / malam. Yang paling seru, tersedia dapur umum plus alat dapur yang cukup lengkap dan bisa digunakan kapan saja, so homy…. Pemiliknya pun sangat ramah dan sangat kekeluargaan, kami ber-14 orang yang terdiri dari 8 orang orang dewasa, 3 remaja dan 3 orang anak-anak diperbolehkan untuk menempati ‘family surf room’ dan satu kamar tambahan dibawahnya, hahahaa…..

barukaras1

Pantai yang bersih, bening, bebas dari warung penjual cenderamata dan tidak terlalu ramai bahkan cenderung sepi,membuat kita rilex…. enjoy…, berpuas-puas menikmati keindahannya.

Sebari anak-anak yang bercanda ria berenang di tepi pantai, yang remaja mencoba-coba surfing, gadis-gadis berselfie ria, para orang tua duduk dipinggir pantai sambil menyeruput kalapa muda, terbebas dari waktu, di ‘pantai milik sendiri’ , mantab…..

batukaras2

 

Penyusunan Laporan BMN dan Persediaan Semester I serta Sosialisasi Peraturan Pengelolaan Penatausahaan BMN LIPI Tahun 2014

Kegiatan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, Selasa – Kamis, 20 – 22 Mei 2014 di The Jayakarta Lombok Resort & Spa. Pesertanya dari 50 (lima puluh) satuan kerja di lingkungan LIPI, setiap satker mengirimkan 2 (dua) orang yang terdiri dari Penatausaha BMN dan Penatausaha Persedian. Sebagai narasumber 2 (dua) orang dari Direktorat Barang Milik Negara, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI.

Hari pertama (hari ke-1) diawali dengan acara pembukaan yang berisi penyampaian laporan kegiatan oleh ketua pelaksana. Dilanjutkan dengan pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Biro Umum dan Perlengkapan LIPI, Bapak Amas, S.E., M.M. Narasumber DJKN menyampaikan materi Persiapan Penyusunan Laporan BMN dan Persediaan Semester I 2014 dipandu oleh Biro Umum dan Perlengkapan selaku koordinator Penyusunan Laporan BMN tingkat LIPI.

Hari kedua (hari ke-2) pengarahan dari Wakil Kepala LIPI, Bapak Dr. Ir. Djusman Sajuti. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan dan penatausahaan BMN dan Barang Persediaan di setiap satuan kerja dapat memenuhi 2 (dua) tujuan, yaitu :
• Dapat menghasilkan informasi yang diperlukan sebagai alat pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN maupun untuk pelaporan manajerial;
• Dapat menghasilkan informasi sebagai dasar untuk penyusunan Neraca dari Kementerian/Lembaga dan informasi lainya untuk keperluan perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan juga pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan.

DSC_1117

Acara selanjutnya adalah pemaparan Aplikasi SIMAK-BMN dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 50/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Penghapusan BMN oleh narasumber dari Direktorat BMN DJKN Kementerian Keuangan RI, Bapak Ikhsan Al Fattah dan Bapak Muh. Ulin Nuha.

Untuk lebih mengenal satuan kerja LIPI, mempererat silahturahim dan menjalin kebersamaan antara pengelola BMN dan Persediaan LIPI, pada kegiatan ini disempatkan untuk mengunjungi salah satu satker LIPI yang berada di Mataram – Lombok, yaitu UPT. Loka Pengembangan Bio Industri Laut Mataram. Seluruh peserta berserta panitia dan narasumber mengikuti kunjungan ini yang dilaksanakan dari siang sampai sore hari.

Kepala UPT. Loka Pengembangan Bio Industri Laut Mataram, Bapak Hendra Munandar memberikan penjelasan mengenai organisasi, misi, visi dan tupoksi UPT. Dilanjutkan dengan pemaparan dan mempraktekkan penerapan dan pengembangan budidaya biota laut yang telah dilaksanakan oleh UPT, yaitu proses budidaya mutiara.

mataram4
Hari ketiga (ke-3) Sekretaris Utama LIPI, Bapak Dr. Ir. Akmadi Abbas, M.Eng.Sc. Beliau mengingatkan agar petugas penatausaha BMN dan Penatausaha Persediaan melengkapi Daftar Barang Ruangan (DBR), melakukan pelabelan, menginventarisasi aset dalam kondisi rusak berat dan membuat Laporan Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) BMN.

mataram3mataram2mataram1

Persiapan LIPI Dalam Implementasi Penyusutan Aset Tetap Pada Laporan Keuangan Semester I 2013

Sebagai penjabaran dari Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 JO PP  Nomor 38 tahun 2008 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP),   Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 dan menindaklanjuti  Audit BPK RI atas LKPP 2010 – 2011, Kementerian Keuangan RI sebagai Pengelola BMN mulai memberlakukan penyusutan BMN berupa Aset Tetap pada entitas Pemerintah Pusat pada Laporan Keuangan Semester I 2013.  Untuk merealisasikan hal tersebut, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan aplikasi Migrasi dan aplikasi SIMAK-BMN 13.

 

Biro Umum dan Perlengkapan LIPI selaku koordinator pelaksana pengelolaan BMN di lingkungan LIPI, mengadakan kegiatan Sosialisasi Migrasi dan Aplikasi SIMAK-BMN 13 untuk seluruh satuan kerja LIPI.  Kegiatan ini dihadiri oleh petugas pengelola BMN dan petugas Persediaan dari 50 (lima puluh) satuan kerja dan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 29 Mei 2013 sampai dengan 31 Mei 2013 bertempat di Hotel Harris Kuta Resort, Bali.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Utama LIPI, Bapak Dr. Ir. Akmadi Abbas M.Eng.Sc. menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan penatausahaan BMN disetiap satuan kerja agar  dapat memenuhi 2(dua) tujuan, yaitu :

  1. untuk menghasilkan informasi yang diperlukan sebagai alat pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN maupun untuk pelaporan manjerial;
  2. untuk menghasilkan informasi sebagai dasar untuk penyusunan Neraca dari Kementerian Negara/Lembaga, dan informasi-informasi lain untuk keperluan perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan penggunaan/pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan.

pada akhir sambutannya, bapak Setama LIPI  mengharapkan peran aktif dan kesiapan para peserta untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan sebaik-baiknya sehingga diharapkan pada semester I tahun 2013 rekonsiliasi BMN telah menggunakan aplikasi SIMAK BMN 13 serta terkait Utilisasi BMN agar satker-satker segera mengajukan permohonan Penetapan Status Penggunaan BMN kepada Biro Umum dan Perlengkapan LIPI.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI yang meliputi kebijakan penyusutan sesuai dengan PMK Nomor 1/2013 dan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 59/KMK.6/2013 tentang Tabel Masa Manfaat serta pengantar aplikasi SIMAK BMN 13.  Hari kedua sosialisasi, para peserta langsung mempraktekkan proses migrasi terhadap database SIMAK BMN masing-masing satker dipandu  oleh narasumber DJKN KemenKeu dan tim teknis BUP LIPI.  Proses Migrasi tersebut selain memindahkan database dari aplikasi SIMAK BMN 10 ke aplikasi SIMAK BMN 13, melakukan proses penyusutan terhadap asset tetap,  juga memfilter  database yang teridentifikasi tidak normal.   Satuan kerja yang terdeteksi mempunyai data tidak normal diantaranya adalah :

  1. Pusat Penelitian Fisika
  2. Pusat Penelitian Informatika
  3. UPT. BPP Biomaterial
  4. UPT. Balai Pengembangan Instrumentasi
  5. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan
  6. UPT. Signal dan Navigasi

Hasil dari proses migrasi yang telah dilakukan oleh setiap satker dipaparkan dan didiskusikan oleh seluruh peserta dengan bimbingan dari narasumber sehingga jelas tindak lanjut yang harus dilakukan agar nilai asset tetap yang disajikan dalam Laporan BMN memberikan nilai wajar setelah dilakukan penyusutan.

Gambar simak13_a

 

 

 

 

 

Gambar simak13_b

 

 

 

 

 

 

Gambar simak13_c

 

 

 

 

 

 

Untuk lebih mengenal asset yang dimiliki oleh LIPI dan tidak hanya sebatas angka-angka di atas kertas laporan,  serta untuk penyegaran dan  menguatkan kebersamaan – kekompakan diantara petugas pengelola BMN, pengelola Persediaan dan tim koordinator BMN  pusat , pada hari ketiga, seluruh peserta, narasumber dari DJKN Kementerian Keuangan dan panitia berkunjung ke UPT. Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali.

Gambar simak13_d

 

 

 

 

 

 

Kegiatan sosialisasi ditutup oleh Kepala Biro Umum dan Perlengkapan LIPI, Amas S.E., M.M.  Beliau kembali mengingatkan  pesan bapak Setama LIPI terkait informasi yang harus dapat disajikan oleh pengelola BMN satker untuk menunjang keperluan perencanaan dan penganggaran kebutuhan BMN.  Pada kesempatan tersebut, dipaparkan pula pemetaan kondisi alat laboratorium yang dimiliki oleh seluruh satker LIPI sampai dengan 31 Desember 2012.  Akhir kata, beliau menghimbau petugas BMN seluruh satker agar dapat melengkapi formulir Pemetaan Aset sesuai dengan yang dimiliki oleh masing-masing satker sebagai data awal untuk menunjang kegiatan dimaksud dan terus semangat mengelola BMN dan Persediaan demi terwujudnya 3T, yaitu Tertib Hukum, Tertib Administrasi dan Tertib Fisik.

 

Identifikasi data bermasalah pada SIMAK-BMN10

Kegiatan Koordinasi Perbaikan Database Aplikasi SIMAK-BMN dalam rangka Persiapan Penerapan Penyusutan pada Semester I 2013 diselenggarakan oleh sub Inventaris dan Penghapusan, Bagian Perlengkapan BUP-LIPI dengan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara – Kementerian Keuangan RI. Koordinasi ini melibatkan 39 satuan kerja di lingkungan LIPI yang berada di wilayah Jakarta, Serpong dan Jawa Barat.

Sebagai penjabaran dari Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 bahwa “Aset Tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut dikurangi akumulasi penyusutan”, maka per Semester I 2013, penyusutan mulai diberlakukan melalui aplikasi SIMAK-BMN 13.

Koordinasi Perbaikan Database SIMAK-BMN10

Pengarahan dari narasumber dan Kepala BUP

ayo kita cek datany...

ayo kita cek datany…

Sebagai persiapan pelaksanaan penerapan penyusutan pada Aplikasi SIMAK-BMN 13, data-data yang ada pada aplikasi SIMAK-BMN 10 harus diverifikasi kewajaran setiap transaksinya terhadap hal-hal sebagai berikut :
a. BMN dengan kuantitas kurang dari 0, tetapi memiliki nilai Rp0;
b. BMN dengan kuantitas kurang dari 0 dan memiliki nilai kurang dari Rp0;
c. BMN dengan kuantitas kurang dari 0, tetapi memiliki nilai lebih dari Rp0;
d. BMN dengan kuantitas 0, tetapi memiliki nilai kurang dari Rp0;
e. BMN dengan kuantitas 0, tetapi memiliki nilai lebih dari Rp0;
f. BMN dengan kuantitas lebih dari 0, tetapi memiliki nilai kurang dari Rp0;
g. BMN dengan kuantitas lebih dari 0, tetapi memiliki nilai Rp0;
h. BMN dengan tanggal perolehan kosong;
i. BMN dengan kodefikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan PMK 29/2010;
j. BMN dengan kodefikasi kurang dari 10 digit.
k. BMN yang berada di Intra dan Ekstra pada saat yang bersamaan
l. BMN yang berada di aset tetap dan aset lain-lain pada saat yang bersamaan
m. BMN dengan Kodefikasi yang salah

Pelaksanaannya kegiatan ini dilakukan pada hari Senin – Rabu, 8 – 10 April 2013 bertempat di GuestHouse Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Setiap hari selama 3 hari berturut-turut dilakukan pengecekan, identifikasi, dan perbaikan terhadap data-data yang ada pada aplikasi SIMAK-BMN10 satker. Hasil pengecekan atas kriteria data-data tersebut terhadap database 39 satuan kerja, data yang tidak wajar terdapat pada satuan kerja :
1. Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2. Pusat Penelitian Geoteknologi
3. Pusat Penelitian Biologi
4. Pusat Penelitian Bioteknologi
5. UPT Balai Konservasi Tumbuhan KR Cibodas
6. Pusat Penelitian Fisika
7. Pusat Penelitian Informatika
8. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan
9. Pusat Penelitian Ekonomi
10. Pusat Penelitian Politik
11. Pusat Inovasi
12. UPT Balai Pengembangan Instumentasi

Perbaikan yang dilakukan terhadap satuan kerja di atas, akan mempengaruhi jumlah kuantitas dan nilai rupiah per 31 Desember 2012. Data ini diharapkan dapat masuk ke dalam jurnal koreksi Audited T.A. 2012.

Sosialisasi Peraturan Pengelolaan Barang Milik Negara di Lingkungan LIPI

Dalam upaya meningkatakan pemahaman dalam penatausahaan dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Biro Umum dan Perlengkapan (BUP) LIPI selaku pembina penatausahaan dan pengelolaan BMN di lingkungan LIPI, mengadakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Pengelolaan BMN.  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Griya Astoeti Hotel – Cisarua tanggal 12 – 13 Desember 2012 yang dihadiri oleh seluruh petugas BMN di lingkungan satuan kerja LIPI.

Acara dibuka oleh Kepala BUP LIPI, Amas S.E., M.M. mewakili Sekretaris Utama.  Dalam sambutannya, beliau menyampaikan salah satu yang menjadi kendala dalam pengelolaan BMN adalah kurangnya minat membaca perundangan dan peraturan mengenai pengelolaan BMN. Dengan sosialisasi ini, diharapkan agar semua petugas BMN di setiap satker dapat lebih memahami hal-hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan BMN terkait dengan penggunaan, pemanfaatan, dan pemindahtanganan.

Menyangkut pengelolaan BMN di LIPI  pertanggal 30 Juni 2012, aset LIPI  yang telah mendapatkan PSP dari DJKN / KPKNL Kementerian Keuangan dan melalui Kepala LIPI telah mencapai  77%, senilai +/- Rp 5,936 Triliun dari total aset LIPI Rp 7,754 Triliun.  Sedangkan  aset dalam kondisi Rusak Berat (Aset Tetap Tidak Digunakan) senilai +/- Rp 20 Miliar yang tersebar di 36 satuan kerja.  Berdasarkan data tersebut, Kepala BUP menghibau agar satuan kerja segera mengajukan PSP atas aset yang dikuasainya terutama gedung bangunan serta mengajukan usulan penghapusan atas aset RB disertai dokumen pendukung sesuai dengan peraturan yang ada.

Gambar Gambar

Pada  sosialisasi ini, dipaparkan beberapa peraturan mengenai pengelolaan BMN oleh narasumber dari Direktorat Pengelolaan Kekayaan dan Sistem Informasi DJKN Kementerian Keuangan, Bapak Abdul Wahab Iskandar dan Bapak Tamba Limbong.  Peraturan yang dipaparkan antara lain Peraturan Menteri Keungan 96/PMK.06/2007, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/PMK.06/2011 tentang Tata Cara Pengelolaan BMN yang Tidak Digunakan Untuk Menyelenggarakan Tugas Dan Fungsi, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sewa BMN dan  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/PMK.06/2010 tentang Pengelolaan BMN berupa Rumah Negara.

Gambar

Pada akhir acara, Kepala BUP berharap semoga kegiatan ini memotivasi seluruh petugas BMN  untuk dapat melakukan pengelolaan BMN lebih baik lagi, tertib hukum, fisik, dan administrasi.  Selain itu, sebagai bentuk komitmen dalam pengelolaan aset negara, BUP akan mengusulkan kepada pimpinan agar pada ulang tahun LIPI 2013, LIPI dapat memberikan penghargaan bagi satuan kerja dengan tata kelola terbaik.

Lagi… BMN Award untuk LIPI

“Meningkatkan Tata Kelola Barang Milik Negara Secara Tepat, Efektif dan Optimal dalam rangka Mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan BMN untuk Kepentingan Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Satuan Kerja di Lingkungan KPKNL Jakarta IV” adalah tema kegiatan Sosialisasi Pengelolaan BMN yang diadakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2012.  Acara ini dihadiri oleh 31 satuan kerja yang menjadi mitra kerja KPKNL Jakarta IV.  Sebanyak 16 diantaranya merupakan satuan kerja di LIPI.

Gambar

Pada kegiatan tersebut, KPKNL Jakarta IV memberikan penghargaan kepada satuan kerja yang telah melaksanakan Pengelolaan BMN dengan baik serta telah menyampaikan Laporan BMN dan melaksanakan Rekonsiliasi Data BMN dengan KPKNL Jakarta IV untuk periode Semester II dan Tahunan T.A. 2011 serta Semester I T.A. 2012.  Alhamdulilah, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI mendapat Peringkat Terbaik 2. Piagam Penghargaan dan Plakat langsung diberikan oleh Kepala KPKNL Jakarta IV, Bapak Agung Budi Setijadji kepada Kepala Biro Umum dan Perlengkapan LIPI, Bapak Amas.  Adapun kriteria penilaian peringkat tersebut berdasar pada :

  1. Pelaksanaan Pengelolaan BMN (30%)
  2. Kepatuhan Rekonsiliasi Tepat Waktu / Sesuai Jadwal (20%)
  3. Ketepatan Pengisian BA Internal dan Konsistensi Data Rekonsiliasi (20%)
  4. Kelengkapan Berkas Lainnya (20%)
  5. Kerjasama (10%)

Semoga penghargaan yang telah diterima oleh BUP LIPI ini senantiasa menjadi dorongan tidak hanya untuk BUP LIPI sendiri tapi juga untuk seluruh satuan kerja di lingkungan LIPI untuk lebih meningkatkan Penatausahaan dan Pengelolaan BMN yang tertib hukum, tertib fisik dan tertib administrasi sehingga akan menghasilkan Laporan Barang Milik Negara yang akurat, handal, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

BUP LIPI RAIH GOOD GOVERNANCE AWARD DAN SERTIFIKASI SMM ISO 9001:2008

Hari Ulang Tahun LIPI ke-45 yang diperingati setiap tanggal 23 Agustus, untuk tahun ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 29 Agustus 2012 bertempat di Auditorium Lt.2 kampus LIPI Jakarta dengan tema “Bakti LIPI untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Ada yang istimewa dengan peringatan HUT LIPI tahun ini, selain sambutan dan pengarahan yang disampaikan oleh Kepala LIPI dan penyerahan penghargaan Inventor Awards, Penyerahan Karya Siswa LIPI tahun 2012, penyematan tanda kehormatan Satyalancana Wirakarta dan Satyalancana Karya Satya, dilaksanakan juga Penyerahan Penghargaan Good Governance Award bagi Pelaksana Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN dan penyerahan sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 kepada Biro Umum dan Perlengkapan LIPI. Selama ini, LIPI menganugrahkan penghargaan kepada tokoh akademisi dan ilmuwan yang banyak berjasa di bidangnya seperti Penghargaan Sarwono Prawirohadjo dan Inventor Awards. Pada puncak peringatan HUT LIPI ke-45 inilah kali pertama LIPI memberikan Good Governance Award sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pegawai di bidang administrasi.

Saat ini LIPI berupaya menerapkan reformasi birokrasi yang diarahkan agar terciptakan tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa (good governance), pemerintah yang bersih (clean government) dan bebas KKN. Untuk mewujudkan good governance bagi penyelenggaraan pemerintah, salah satu basis utamanya adalah Laporan Keuangan yang merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan pelaksanaan APBN. BPK RI dalam hal ini selaku lembaga tinggi negara yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara, telah memberikan opini “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” atas Laporan Keuangan LIPI tahun anggaran 2010 dan 2011. Opini ‘WTP’ merupakan penilaian tertinggi yang diberikan oleh BPK RI atas hasil audit akhir laporan keuangan kementerian/lembaga.

Atas prestasi tersebut, LIPI menganugerahkan penghargaan “Good Governance Award LIPI” bagi anggota Tim Pelaksana Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN. Good Governance Award LIPI untuk Pelaksana Penyusunan Laporan Keuangan LIPI diterima oleh Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan Biro Perencanaan dan Keuangan LIPI, sedangkan untuk Pelaksana Penyusunan Laporan BMN diterima oleh Subbagian Inventaris dan Penghapusan, Bagian Perlengkapan BUP LIPI.

SAK_BPKLIPI

Ketua LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim, Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan Biro Perencanaan dan Keuangan LIPI, Sekretaris Utama LIPI Dr. Ir. Djusman Sajuti.

BMN_BUPLIPI

Ketua LIPI, Sub Bagian Inventaris dan Penghapusan-Bagian Perlengkapan BUP LIPI, Sekretaris Utama LIPI

 

Keberhasilan ini seyogianya bukan milik BPK LIPI dan BUP LIPI semata, tapi lebih merupakan hasil kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan oleh pengelola keuangan dan BMN di seluruh satuan kerja dalam pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara. Hal ini juga tidak terlepas dari dukungan yang maksimal dari pimpinan satuan kerja di seluruh lingkungan LIPI. Semoga dengan adanya apresiasi yang begitu besar dari pimpinan LIPI ini, dapat menjadi sumber inspirasi dan menambah semangat bagi pengelola keuangan dan BMN dalam melaksanakan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara di lingkungan LIPI agar dapat lebih baik, lebih tertib dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, terkait dengan penerapan reformasi birokrasi dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI menerapkan SMM ISO 9001:2008. Persiapan penerapan SMM ISO 9001:2008 di BUP LIPI dimulai sejak Februari 2012. Diawali dengan penyadaran terhadap Sistem Manajemen Mutu kepada seluruh civitas BUP, pembentukan tim ISO, pendalaman, praktikum, dan penyusunan dokumen SMM, sosialisasi SMM organisasi, pelatihan dan audit internal berbasis ISO, sampai pelaksanaan audit eksternal yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi. Akhirnya, pada puncak perayaan HUT LIPI yang ke-45, lembaga sertifikasi QSCert-Indonesia menyerahkan sertifikat SMM berbasis SNI ISO 9001:2008 kepada Kepala LIPI yang kemudian disampaikan ke Sekretaris Utama LIPI dan Kepala BUP LIPI. Dengan diterimanya sertifikat SMM SNI ISO 9001:2008 tersebut, BUP LIPI berkomitmen mempertahankan opini ‘Wajar Tanpa Pengecualian’ dan memberikan pelayanan kepada seluruh civitas LIPI dan pemangku kepentingan secara maksimal serta melakukan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan dalam upaya mendorong kinerja yang lebih baik guna memberikan layanan dan dukungan kepada seluruh civitas LIPI terkait peran dan fungsi BUP LIPI yang lebih efektif, efesien, transparan dan akuntabel

QSCert_Indonesia_LIPI

Penyerahan sertifikat ISO dari Presiden Direktur QSCert-Indonesia Ir. Arief Syawaladi kepada Ketua LIPI

 

KepLIPI_SetamaLIPI

Penyerahan sertifikat ISO dari Ketua LIPI kepada Sekretaris Utama LIPI

Setama_BUP

Penyerahan sertifikat ISO dari Sekretaris Utama LIPI untuk Kepala Biro Umum dan Perlengkapan LIPI Amas S.E., M.M.

Sosialisasi Penatausahaan Persediaan dan Aplikasi SIMAK-BMN 2010

Rabu tanggal 24 November 2010, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI berkesempatan mengadakan acara Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan dan Pengenalan Aplikasi SIMAK BMN versi 2010  untuk satuan kerja LIPI yang berlokasi di wilayah Indonesian Timur.  Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari di Ruang Pertemuan Nayaka Loka UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya ”Eka Karya” Bali, Jl. Candi Kuning, Baturiti – Tabanan Bali dan dihadiri oleh 7 (tujuh) satuan kerja, yaitu UPT BKT Kebun Raya Purwodadi,  UPT BKT Kebun Raya “Eka Karya” Bali, UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut Mataram, UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung, UPT Balai Konservasi Biota Laut Ambon, UPT Loka Konservasi Biota Laut Tual dan UPT Loka Konservasi Biota Laut Biak.

Pada hari pertama, Bapak Ir. I Nyoman Lugrayasa – Kepala UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali – berkenan memberikan sambutan dilanjutkan dengan pembukaan acara yang disampaikan oleh Bapak Ir. Agusto Wardjono Martosoedirdjo selaku penanggung jawab kegiatan.  Acara selanjutnya adalah pemaparan pengenalan aplikasi SIMAK-BMN versi 2010 disertai uji coba peralihan database BMN dan Persediaan dari aplikasi 2009 ke aplikasi versi 2010 menggunakan aplikasi Migrasi SIMAK-BMN 2010 dan untuk Barang Persediaan menggunakan aplikasi Konversi.  Sebagai narasumber untuk materi ini adalah Bapak Taufan Pamungkas Kurnianto dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI.

Pembukaan

Gambar 1. (dari kiri ke kanan) Bapak Ir. Agusto Wardjono Martosoedirdjo, Bapak Taufan dan Bapak I Nyoman Lugrayasa.

Suasana Sosialisasi

Gambar 2. Suasana Sosialisasi

Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan dilaksanakan pada hari ke-2 dan ke-3.  Seperti pelaksanaan sosialisasi sebelumnya, pelaksanaan sosialisasi kali ini juga  lebih seperti workshop.  Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan pada setiap akhir sesi, peserta diberi latihan soal tentang kasus-kasus yang kerap dialami oleh pejabat ataupun petugas Barang Persediaan.  Studi kasus tersebut kemudian dipresentasikan oleh setiap kelompok secara bergiliran dan dibahas bersama solusi terbaiknya.

Kegiatan ini selesai pukul 16.00 WITA, ditutup oleh Bapak I Nyoman Lugrayasa dan diakhiri dengan foto bersama antara peserta, narasumber serta panitia.

foto bersama

gambar 3. Foto bersama

Salah satu tahapan menuju tercapainya reformasi birokrasi (baca ’remunerasi’) adalah adanya penilaian terhadap kinerja bagi Kementerian /Lembaga.  Penilaian tersebut  berupa hasil audit BPK RI terhadap Laporan keuangan K/L.  Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, laporan keuangan K/L harus mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).   Sayangnya, Laporan Keuangan LIPI sampai dengan Tahun Anggaran 2009 berdasarkan opini BPK RI masih Wajar Dengan Perkecualian (WDP).  Perkecualian yang dimaksud adalah masalah Barang Milik Negara dan Barang Persediaan.  Semoga dengan diadakannya acara Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan untuk setiap satuan kerja di lingkungan LIPI, dapat menjadi modal dasar khususnya bagi kawan-kawan penatausaha BMN dan penatausaha Barang Persediaan serta umumnya bagi para pejabat struktural di setiap satuan kerja dalam menyusun Laporan Keuangan.  Semoga Laporan Keuangan LIPI TA 2010 dan seterusnya mendapat opini dari BPK RI sebagai Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) sehingga salah satu indikator reformasi birokrasi,  tercapai. Amien…..

Rekon yu… rekon….

Dalam rangka penyusunan Laporan Barang Milik Negara (BMN) Semester I 2010 untuk wilayah Jakarta – Serpong, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI sebagai koordinator Unit Penatausahaan Pengguna Barang Wilayah (UPPB – W) Jakarta Serpong melaksanakan rekonsiliasi atau pencocokan data BMN dan Barang Persediaan. Peserta terdiri dari 22 satuan kerja yang berada di wilayah Jakarta – Serpong dan diselenggarakan selama 5 hari mulai Rabu tanggal 30 Juni 2010 sampai dengan Selasa, 6 Juli 2010. Setiap satker mengirimkan 2 orang staf yang menangani penatasuahaan BMN dan penatausahaan Barang Persediaan. Rekonsiliasi dilaksanakan di ruangan Subbag Inventaris dan Penghapusan Bagian Perlengkapan BUP LIPI, lantai 4 gedung Sasana Widya Sarwono Jl. Jend Gatot Subroto kav. 10 Jakarta Selatan.

Rekon Jakarta-serpong I - 2010

Rekon Jakarta-serpong Semester I 2010

Acara rekonsiliasi wilayah ini bertujuan untuk mencocokkan data transaksi BMN dan Barang Persediaan selama periode 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010, mensinergikan dengan data keuangan (aplikasi SAK) terutama yang berasal dari kode akun belanja modal (MAK 53) serta memonitor tindak lanjut temuan Inspektorat LIPI yang ada di masing-masing satker. Pelaksanaan rekon dilakukan satker per satker, backup Arsip Data Komputer (ADK) aplikasi SIMAK-BMN dan aplikasi Barang Persediaan dicek kesesuaiannya dengan saldo tahun lalu dan dengan mutasi tambah kurang yang berasal dari pembelian, transfer masuk, transfer keluar, penghapusan dan sumber lainnya yang sah. Sedangkan Laporan BMN dalam bentuk hardcopy satker paling lambat harus sudah diterima oleh BUP LIPI hari Senin, 12 Juli 2010 agar dapat segera dikompilasi menghasilkan Laporan BMN UPPB-W Jakarta – Serpong. Laporan BMN tersebut terdiri dari Catatan Ringkas BMN, Neraca, Laporan Barang Persediaan, Laporan Barang Pengguna (intrakomptabel, ekstrakompabel dan gabungan), Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan, Laporan Aset Tak Berwujud, Laporan Barang Bersejarah dan Laporan PNBP.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.