Persiapan LIPI Dalam Implementasi Penyusutan Aset Tetap Pada Laporan Keuangan Semester I 2013

Sebagai penjabaran dari Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 JO PP  Nomor 38 tahun 2008 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP),   Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 dan menindaklanjuti  Audit BPK RI atas LKPP 2010 – 2011, Kementerian Keuangan RI sebagai Pengelola BMN mulai memberlakukan penyusutan BMN berupa Aset Tetap pada entitas Pemerintah Pusat pada Laporan Keuangan Semester I 2013.  Untuk merealisasikan hal tersebut, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan aplikasi Migrasi dan aplikasi SIMAK-BMN 13.

 

Biro Umum dan Perlengkapan LIPI selaku koordinator pelaksana pengelolaan BMN di lingkungan LIPI, mengadakan kegiatan Sosialisasi Migrasi dan Aplikasi SIMAK-BMN 13 untuk seluruh satuan kerja LIPI.  Kegiatan ini dihadiri oleh petugas pengelola BMN dan petugas Persediaan dari 50 (lima puluh) satuan kerja dan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 29 Mei 2013 sampai dengan 31 Mei 2013 bertempat di Hotel Harris Kuta Resort, Bali.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Utama LIPI, Bapak Dr. Ir. Akmadi Abbas M.Eng.Sc. menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan penatausahaan BMN disetiap satuan kerja agar  dapat memenuhi 2(dua) tujuan, yaitu :

  1. untuk menghasilkan informasi yang diperlukan sebagai alat pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN maupun untuk pelaporan manjerial;
  2. untuk menghasilkan informasi sebagai dasar untuk penyusunan Neraca dari Kementerian Negara/Lembaga, dan informasi-informasi lain untuk keperluan perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan penggunaan/pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan.

pada akhir sambutannya, bapak Setama LIPI  mengharapkan peran aktif dan kesiapan para peserta untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan sebaik-baiknya sehingga diharapkan pada semester I tahun 2013 rekonsiliasi BMN telah menggunakan aplikasi SIMAK BMN 13 serta terkait Utilisasi BMN agar satker-satker segera mengajukan permohonan Penetapan Status Penggunaan BMN kepada Biro Umum dan Perlengkapan LIPI.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI yang meliputi kebijakan penyusutan sesuai dengan PMK Nomor 1/2013 dan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 59/KMK.6/2013 tentang Tabel Masa Manfaat serta pengantar aplikasi SIMAK BMN 13.  Hari kedua sosialisasi, para peserta langsung mempraktekkan proses migrasi terhadap database SIMAK BMN masing-masing satker dipandu  oleh narasumber DJKN KemenKeu dan tim teknis BUP LIPI.  Proses Migrasi tersebut selain memindahkan database dari aplikasi SIMAK BMN 10 ke aplikasi SIMAK BMN 13, melakukan proses penyusutan terhadap asset tetap,  juga memfilter  database yang teridentifikasi tidak normal.   Satuan kerja yang terdeteksi mempunyai data tidak normal diantaranya adalah :

  1. Pusat Penelitian Fisika
  2. Pusat Penelitian Informatika
  3. UPT. BPP Biomaterial
  4. UPT. Balai Pengembangan Instrumentasi
  5. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan
  6. UPT. Signal dan Navigasi

Hasil dari proses migrasi yang telah dilakukan oleh setiap satker dipaparkan dan didiskusikan oleh seluruh peserta dengan bimbingan dari narasumber sehingga jelas tindak lanjut yang harus dilakukan agar nilai asset tetap yang disajikan dalam Laporan BMN memberikan nilai wajar setelah dilakukan penyusutan.

Gambar simak13_a

 

 

 

 

 

Gambar simak13_b

 

 

 

 

 

 

Gambar simak13_c

 

 

 

 

 

 

Untuk lebih mengenal asset yang dimiliki oleh LIPI dan tidak hanya sebatas angka-angka di atas kertas laporan,  serta untuk penyegaran dan  menguatkan kebersamaan – kekompakan diantara petugas pengelola BMN, pengelola Persediaan dan tim koordinator BMN  pusat , pada hari ketiga, seluruh peserta, narasumber dari DJKN Kementerian Keuangan dan panitia berkunjung ke UPT. Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali.

Gambar simak13_d

 

 

 

 

 

 

Kegiatan sosialisasi ditutup oleh Kepala Biro Umum dan Perlengkapan LIPI, Amas S.E., M.M.  Beliau kembali mengingatkan  pesan bapak Setama LIPI terkait informasi yang harus dapat disajikan oleh pengelola BMN satker untuk menunjang keperluan perencanaan dan penganggaran kebutuhan BMN.  Pada kesempatan tersebut, dipaparkan pula pemetaan kondisi alat laboratorium yang dimiliki oleh seluruh satker LIPI sampai dengan 31 Desember 2012.  Akhir kata, beliau menghimbau petugas BMN seluruh satker agar dapat melengkapi formulir Pemetaan Aset sesuai dengan yang dimiliki oleh masing-masing satker sebagai data awal untuk menunjang kegiatan dimaksud dan terus semangat mengelola BMN dan Persediaan demi terwujudnya 3T, yaitu Tertib Hukum, Tertib Administrasi dan Tertib Fisik.

 

Identifikasi data bermasalah pada SIMAK-BMN10

Kegiatan Koordinasi Perbaikan Database Aplikasi SIMAK-BMN dalam rangka Persiapan Penerapan Penyusutan pada Semester I 2013 diselenggarakan oleh sub Inventaris dan Penghapusan, Bagian Perlengkapan BUP-LIPI dengan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara – Kementerian Keuangan RI. Koordinasi ini melibatkan 39 satuan kerja di lingkungan LIPI yang berada di wilayah Jakarta, Serpong dan Jawa Barat.

Sebagai penjabaran dari Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 bahwa “Aset Tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut dikurangi akumulasi penyusutan”, maka per Semester I 2013, penyusutan mulai diberlakukan melalui aplikasi SIMAK-BMN 13.

Koordinasi Perbaikan Database SIMAK-BMN10

Pengarahan dari narasumber dan Kepala BUP

ayo kita cek datany...

ayo kita cek datany…

Sebagai persiapan pelaksanaan penerapan penyusutan pada Aplikasi SIMAK-BMN 13, data-data yang ada pada aplikasi SIMAK-BMN 10 harus diverifikasi kewajaran setiap transaksinya terhadap hal-hal sebagai berikut :
a. BMN dengan kuantitas kurang dari 0, tetapi memiliki nilai Rp0;
b. BMN dengan kuantitas kurang dari 0 dan memiliki nilai kurang dari Rp0;
c. BMN dengan kuantitas kurang dari 0, tetapi memiliki nilai lebih dari Rp0;
d. BMN dengan kuantitas 0, tetapi memiliki nilai kurang dari Rp0;
e. BMN dengan kuantitas 0, tetapi memiliki nilai lebih dari Rp0;
f. BMN dengan kuantitas lebih dari 0, tetapi memiliki nilai kurang dari Rp0;
g. BMN dengan kuantitas lebih dari 0, tetapi memiliki nilai Rp0;
h. BMN dengan tanggal perolehan kosong;
i. BMN dengan kodefikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan PMK 29/2010;
j. BMN dengan kodefikasi kurang dari 10 digit.
k. BMN yang berada di Intra dan Ekstra pada saat yang bersamaan
l. BMN yang berada di aset tetap dan aset lain-lain pada saat yang bersamaan
m. BMN dengan Kodefikasi yang salah

Pelaksanaannya kegiatan ini dilakukan pada hari Senin – Rabu, 8 – 10 April 2013 bertempat di GuestHouse Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Setiap hari selama 3 hari berturut-turut dilakukan pengecekan, identifikasi, dan perbaikan terhadap data-data yang ada pada aplikasi SIMAK-BMN10 satker. Hasil pengecekan atas kriteria data-data tersebut terhadap database 39 satuan kerja, data yang tidak wajar terdapat pada satuan kerja :
1. Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2. Pusat Penelitian Geoteknologi
3. Pusat Penelitian Biologi
4. Pusat Penelitian Bioteknologi
5. UPT Balai Konservasi Tumbuhan KR Cibodas
6. Pusat Penelitian Fisika
7. Pusat Penelitian Informatika
8. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan
9. Pusat Penelitian Ekonomi
10. Pusat Penelitian Politik
11. Pusat Inovasi
12. UPT Balai Pengembangan Instumentasi

Perbaikan yang dilakukan terhadap satuan kerja di atas, akan mempengaruhi jumlah kuantitas dan nilai rupiah per 31 Desember 2012. Data ini diharapkan dapat masuk ke dalam jurnal koreksi Audited T.A. 2012.

Sosialisasi Peraturan Pengelolaan Barang Milik Negara di Lingkungan LIPI

Dalam upaya meningkatakan pemahaman dalam penatausahaan dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Biro Umum dan Perlengkapan (BUP) LIPI selaku pembina penatausahaan dan pengelolaan BMN di lingkungan LIPI, mengadakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Pengelolaan BMN.  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Griya Astoeti Hotel – Cisarua tanggal 12 – 13 Desember 2012 yang dihadiri oleh seluruh petugas BMN di lingkungan satuan kerja LIPI.

Acara dibuka oleh Kepala BUP LIPI, Amas S.E., M.M. mewakili Sekretaris Utama.  Dalam sambutannya, beliau menyampaikan salah satu yang menjadi kendala dalam pengelolaan BMN adalah kurangnya minat membaca perundangan dan peraturan mengenai pengelolaan BMN. Dengan sosialisasi ini, diharapkan agar semua petugas BMN di setiap satker dapat lebih memahami hal-hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan BMN terkait dengan penggunaan, pemanfaatan, dan pemindahtanganan.

Menyangkut pengelolaan BMN di LIPI  pertanggal 30 Juni 2012, aset LIPI  yang telah mendapatkan PSP dari DJKN / KPKNL Kementerian Keuangan dan melalui Kepala LIPI telah mencapai  77%, senilai +/- Rp 5,936 Triliun dari total aset LIPI Rp 7,754 Triliun.  Sedangkan  aset dalam kondisi Rusak Berat (Aset Tetap Tidak Digunakan) senilai +/- Rp 20 Miliar yang tersebar di 36 satuan kerja.  Berdasarkan data tersebut, Kepala BUP menghibau agar satuan kerja segera mengajukan PSP atas aset yang dikuasainya terutama gedung bangunan serta mengajukan usulan penghapusan atas aset RB disertai dokumen pendukung sesuai dengan peraturan yang ada.

Gambar Gambar

Pada  sosialisasi ini, dipaparkan beberapa peraturan mengenai pengelolaan BMN oleh narasumber dari Direktorat Pengelolaan Kekayaan dan Sistem Informasi DJKN Kementerian Keuangan, Bapak Abdul Wahab Iskandar dan Bapak Tamba Limbong.  Peraturan yang dipaparkan antara lain Peraturan Menteri Keungan 96/PMK.06/2007, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/PMK.06/2011 tentang Tata Cara Pengelolaan BMN yang Tidak Digunakan Untuk Menyelenggarakan Tugas Dan Fungsi, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sewa BMN dan  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/PMK.06/2010 tentang Pengelolaan BMN berupa Rumah Negara.

Gambar

Pada akhir acara, Kepala BUP berharap semoga kegiatan ini memotivasi seluruh petugas BMN  untuk dapat melakukan pengelolaan BMN lebih baik lagi, tertib hukum, fisik, dan administrasi.  Selain itu, sebagai bentuk komitmen dalam pengelolaan aset negara, BUP akan mengusulkan kepada pimpinan agar pada ulang tahun LIPI 2013, LIPI dapat memberikan penghargaan bagi satuan kerja dengan tata kelola terbaik.

Lagi… BMN Award untuk LIPI

“Meningkatkan Tata Kelola Barang Milik Negara Secara Tepat, Efektif dan Optimal dalam rangka Mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan BMN untuk Kepentingan Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Satuan Kerja di Lingkungan KPKNL Jakarta IV” adalah tema kegiatan Sosialisasi Pengelolaan BMN yang diadakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2012.  Acara ini dihadiri oleh 31 satuan kerja yang menjadi mitra kerja KPKNL Jakarta IV.  Sebanyak 16 diantaranya merupakan satuan kerja di LIPI.

Gambar

Pada kegiatan tersebut, KPKNL Jakarta IV memberikan penghargaan kepada satuan kerja yang telah melaksanakan Pengelolaan BMN dengan baik serta telah menyampaikan Laporan BMN dan melaksanakan Rekonsiliasi Data BMN dengan KPKNL Jakarta IV untuk periode Semester II dan Tahunan T.A. 2011 serta Semester I T.A. 2012.  Alhamdulilah, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI mendapat Peringkat Terbaik 2. Piagam Penghargaan dan Plakat langsung diberikan oleh Kepala KPKNL Jakarta IV, Bapak Agung Budi Setijadji kepada Kepala Biro Umum dan Perlengkapan LIPI, Bapak Amas.  Adapun kriteria penilaian peringkat tersebut berdasar pada :

  1. Pelaksanaan Pengelolaan BMN (30%)
  2. Kepatuhan Rekonsiliasi Tepat Waktu / Sesuai Jadwal (20%)
  3. Ketepatan Pengisian BA Internal dan Konsistensi Data Rekonsiliasi (20%)
  4. Kelengkapan Berkas Lainnya (20%)
  5. Kerjasama (10%)

Semoga penghargaan yang telah diterima oleh BUP LIPI ini senantiasa menjadi dorongan tidak hanya untuk BUP LIPI sendiri tapi juga untuk seluruh satuan kerja di lingkungan LIPI untuk lebih meningkatkan Penatausahaan dan Pengelolaan BMN yang tertib hukum, tertib fisik dan tertib administrasi sehingga akan menghasilkan Laporan Barang Milik Negara yang akurat, handal, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

BUP LIPI RAIH GOOD GOVERNANCE AWARD DAN SERTIFIKASI SMM ISO 9001:2008

Hari Ulang Tahun LIPI ke-45 yang diperingati setiap tanggal 23 Agustus, untuk tahun ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 29 Agustus 2012 bertempat di Auditorium Lt.2 kampus LIPI Jakarta dengan tema “Bakti LIPI untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Ada yang istimewa dengan peringatan HUT LIPI tahun ini, selain sambutan dan pengarahan yang disampaikan oleh Kepala LIPI dan penyerahan penghargaan Inventor Awards, Penyerahan Karya Siswa LIPI tahun 2012, penyematan tanda kehormatan Satyalancana Wirakarta dan Satyalancana Karya Satya, dilaksanakan juga Penyerahan Penghargaan Good Governance Award bagi Pelaksana Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN dan penyerahan sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 kepada Biro Umum dan Perlengkapan LIPI. Selama ini, LIPI menganugrahkan penghargaan kepada tokoh akademisi dan ilmuwan yang banyak berjasa di bidangnya seperti Penghargaan Sarwono Prawirohadjo dan Inventor Awards. Pada puncak peringatan HUT LIPI ke-45 inilah kali pertama LIPI memberikan Good Governance Award sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pegawai di bidang administrasi.

Saat ini LIPI berupaya menerapkan reformasi birokrasi yang diarahkan agar terciptakan tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa (good governance), pemerintah yang bersih (clean government) dan bebas KKN. Untuk mewujudkan good governance bagi penyelenggaraan pemerintah, salah satu basis utamanya adalah Laporan Keuangan yang merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan pelaksanaan APBN. BPK RI dalam hal ini selaku lembaga tinggi negara yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara, telah memberikan opini “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” atas Laporan Keuangan LIPI tahun anggaran 2010 dan 2011. Opini ‘WTP’ merupakan penilaian tertinggi yang diberikan oleh BPK RI atas hasil audit akhir laporan keuangan kementerian/lembaga.

Atas prestasi tersebut, LIPI menganugerahkan penghargaan “Good Governance Award LIPI” bagi anggota Tim Pelaksana Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN. Good Governance Award LIPI untuk Pelaksana Penyusunan Laporan Keuangan LIPI diterima oleh Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan Biro Perencanaan dan Keuangan LIPI, sedangkan untuk Pelaksana Penyusunan Laporan BMN diterima oleh Subbagian Inventaris dan Penghapusan, Bagian Perlengkapan BUP LIPI.

SAK_BPKLIPI

Ketua LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim, Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan Biro Perencanaan dan Keuangan LIPI, Sekretaris Utama LIPI Dr. Ir. Djusman Sajuti.

BMN_BUPLIPI

Ketua LIPI, Sub Bagian Inventaris dan Penghapusan-Bagian Perlengkapan BUP LIPI, Sekretaris Utama LIPI

 

Keberhasilan ini seyogianya bukan milik BPK LIPI dan BUP LIPI semata, tapi lebih merupakan hasil kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan oleh pengelola keuangan dan BMN di seluruh satuan kerja dalam pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara. Hal ini juga tidak terlepas dari dukungan yang maksimal dari pimpinan satuan kerja di seluruh lingkungan LIPI. Semoga dengan adanya apresiasi yang begitu besar dari pimpinan LIPI ini, dapat menjadi sumber inspirasi dan menambah semangat bagi pengelola keuangan dan BMN dalam melaksanakan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara di lingkungan LIPI agar dapat lebih baik, lebih tertib dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, terkait dengan penerapan reformasi birokrasi dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI menerapkan SMM ISO 9001:2008. Persiapan penerapan SMM ISO 9001:2008 di BUP LIPI dimulai sejak Februari 2012. Diawali dengan penyadaran terhadap Sistem Manajemen Mutu kepada seluruh civitas BUP, pembentukan tim ISO, pendalaman, praktikum, dan penyusunan dokumen SMM, sosialisasi SMM organisasi, pelatihan dan audit internal berbasis ISO, sampai pelaksanaan audit eksternal yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi. Akhirnya, pada puncak perayaan HUT LIPI yang ke-45, lembaga sertifikasi QSCert-Indonesia menyerahkan sertifikat SMM berbasis SNI ISO 9001:2008 kepada Kepala LIPI yang kemudian disampaikan ke Sekretaris Utama LIPI dan Kepala BUP LIPI. Dengan diterimanya sertifikat SMM SNI ISO 9001:2008 tersebut, BUP LIPI berkomitmen mempertahankan opini ‘Wajar Tanpa Pengecualian’ dan memberikan pelayanan kepada seluruh civitas LIPI dan pemangku kepentingan secara maksimal serta melakukan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan dalam upaya mendorong kinerja yang lebih baik guna memberikan layanan dan dukungan kepada seluruh civitas LIPI terkait peran dan fungsi BUP LIPI yang lebih efektif, efesien, transparan dan akuntabel

QSCert_Indonesia_LIPI

Penyerahan sertifikat ISO dari Presiden Direktur QSCert-Indonesia Ir. Arief Syawaladi kepada Ketua LIPI

 

KepLIPI_SetamaLIPI

Penyerahan sertifikat ISO dari Ketua LIPI kepada Sekretaris Utama LIPI

Setama_BUP

Penyerahan sertifikat ISO dari Sekretaris Utama LIPI untuk Kepala Biro Umum dan Perlengkapan LIPI Amas S.E., M.M.

Sosialisasi Penatausahaan Persediaan dan Aplikasi SIMAK-BMN 2010

Rabu tanggal 24 November 2010, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI berkesempatan mengadakan acara Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan dan Pengenalan Aplikasi SIMAK BMN versi 2010  untuk satuan kerja LIPI yang berlokasi di wilayah Indonesian Timur.  Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari di Ruang Pertemuan Nayaka Loka UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya ”Eka Karya” Bali, Jl. Candi Kuning, Baturiti – Tabanan Bali dan dihadiri oleh 7 (tujuh) satuan kerja, yaitu UPT BKT Kebun Raya Purwodadi,  UPT BKT Kebun Raya “Eka Karya” Bali, UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut Mataram, UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung, UPT Balai Konservasi Biota Laut Ambon, UPT Loka Konservasi Biota Laut Tual dan UPT Loka Konservasi Biota Laut Biak.

Pada hari pertama, Bapak Ir. I Nyoman Lugrayasa – Kepala UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali – berkenan memberikan sambutan dilanjutkan dengan pembukaan acara yang disampaikan oleh Bapak Ir. Agusto Wardjono Martosoedirdjo selaku penanggung jawab kegiatan.  Acara selanjutnya adalah pemaparan pengenalan aplikasi SIMAK-BMN versi 2010 disertai uji coba peralihan database BMN dan Persediaan dari aplikasi 2009 ke aplikasi versi 2010 menggunakan aplikasi Migrasi SIMAK-BMN 2010 dan untuk Barang Persediaan menggunakan aplikasi Konversi.  Sebagai narasumber untuk materi ini adalah Bapak Taufan Pamungkas Kurnianto dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI.

Pembukaan

Gambar 1. (dari kiri ke kanan) Bapak Ir. Agusto Wardjono Martosoedirdjo, Bapak Taufan dan Bapak I Nyoman Lugrayasa.

Suasana Sosialisasi

Gambar 2. Suasana Sosialisasi

Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan dilaksanakan pada hari ke-2 dan ke-3.  Seperti pelaksanaan sosialisasi sebelumnya, pelaksanaan sosialisasi kali ini juga  lebih seperti workshop.  Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan pada setiap akhir sesi, peserta diberi latihan soal tentang kasus-kasus yang kerap dialami oleh pejabat ataupun petugas Barang Persediaan.  Studi kasus tersebut kemudian dipresentasikan oleh setiap kelompok secara bergiliran dan dibahas bersama solusi terbaiknya.

Kegiatan ini selesai pukul 16.00 WITA, ditutup oleh Bapak I Nyoman Lugrayasa dan diakhiri dengan foto bersama antara peserta, narasumber serta panitia.

foto bersama

gambar 3. Foto bersama

Salah satu tahapan menuju tercapainya reformasi birokrasi (baca ’remunerasi’) adalah adanya penilaian terhadap kinerja bagi Kementerian /Lembaga.  Penilaian tersebut  berupa hasil audit BPK RI terhadap Laporan keuangan K/L.  Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, laporan keuangan K/L harus mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).   Sayangnya, Laporan Keuangan LIPI sampai dengan Tahun Anggaran 2009 berdasarkan opini BPK RI masih Wajar Dengan Perkecualian (WDP).  Perkecualian yang dimaksud adalah masalah Barang Milik Negara dan Barang Persediaan.  Semoga dengan diadakannya acara Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan untuk setiap satuan kerja di lingkungan LIPI, dapat menjadi modal dasar khususnya bagi kawan-kawan penatausaha BMN dan penatausaha Barang Persediaan serta umumnya bagi para pejabat struktural di setiap satuan kerja dalam menyusun Laporan Keuangan.  Semoga Laporan Keuangan LIPI TA 2010 dan seterusnya mendapat opini dari BPK RI sebagai Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) sehingga salah satu indikator reformasi birokrasi,  tercapai. Amien…..

Rekon yu… rekon….

Dalam rangka penyusunan Laporan Barang Milik Negara (BMN) Semester I 2010 untuk wilayah Jakarta – Serpong, Biro Umum dan Perlengkapan LIPI sebagai koordinator Unit Penatausahaan Pengguna Barang Wilayah (UPPB – W) Jakarta Serpong melaksanakan rekonsiliasi atau pencocokan data BMN dan Barang Persediaan. Peserta terdiri dari 22 satuan kerja yang berada di wilayah Jakarta – Serpong dan diselenggarakan selama 5 hari mulai Rabu tanggal 30 Juni 2010 sampai dengan Selasa, 6 Juli 2010. Setiap satker mengirimkan 2 orang staf yang menangani penatasuahaan BMN dan penatausahaan Barang Persediaan. Rekonsiliasi dilaksanakan di ruangan Subbag Inventaris dan Penghapusan Bagian Perlengkapan BUP LIPI, lantai 4 gedung Sasana Widya Sarwono Jl. Jend Gatot Subroto kav. 10 Jakarta Selatan.

Rekon Jakarta-serpong I - 2010

Rekon Jakarta-serpong Semester I 2010

Acara rekonsiliasi wilayah ini bertujuan untuk mencocokkan data transaksi BMN dan Barang Persediaan selama periode 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010, mensinergikan dengan data keuangan (aplikasi SAK) terutama yang berasal dari kode akun belanja modal (MAK 53) serta memonitor tindak lanjut temuan Inspektorat LIPI yang ada di masing-masing satker. Pelaksanaan rekon dilakukan satker per satker, backup Arsip Data Komputer (ADK) aplikasi SIMAK-BMN dan aplikasi Barang Persediaan dicek kesesuaiannya dengan saldo tahun lalu dan dengan mutasi tambah kurang yang berasal dari pembelian, transfer masuk, transfer keluar, penghapusan dan sumber lainnya yang sah. Sedangkan Laporan BMN dalam bentuk hardcopy satker paling lambat harus sudah diterima oleh BUP LIPI hari Senin, 12 Juli 2010 agar dapat segera dikompilasi menghasilkan Laporan BMN UPPB-W Jakarta – Serpong. Laporan BMN tersebut terdiri dari Catatan Ringkas BMN, Neraca, Laporan Barang Persediaan, Laporan Barang Pengguna (intrakomptabel, ekstrakompabel dan gabungan), Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan, Laporan Aset Tak Berwujud, Laporan Barang Bersejarah dan Laporan PNBP.

Akhirnya… SCS Kebagian…

Pelaksanaan Sosialisasi Penatausahaan Barang Milik Negara gelombang ke-3 di lingkungan LIPI dilaksanakan di Ruang Kelas Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Peneliti LIPI, Cibinong Science Center, Jawa Barat tanggal 10 – 11 Juni 2010. Peserta terdiri dari 9 satker yang berada di wilayah Cibinong, Bogor, Cibodas dan Lampung. Kali ini, Bapak Sekretaris Utama LIPI, Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi, berkenan hadir sekaligus membuka acara didampingi oleh Tim Pengajar dari BPK RI, Kepala BUP dan Kepala Pusbindiklat Peneliti LIPI.

Pembukaan Sosialisasi CSC

Pembukaan Sosialisasi CSC

Suasana Pembukaan Sosialisasi CSC

Suasana Pembukaan Sosialisasi CSC

Berhubung jumlah peserta berasal dari 9 satker, dalam membahas soal-soal yang diberikan oleh Tim Pengajar dari BPK RI, peserta dibagi menjadi 3 kelompok.  Memang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jumlah peserta di Jakarta dan Bandung. Tapi setiap peserta terlibat aktif dalam membahas setiap soal.

Peserta CSC 1

Peserta CSC 1

Peserta CSC 2

Peserta CSC 2

Peserta CSC 3

Peserta CSC 3

Peserta CSC

Peserta CSC

Sosialisasi Penatausahaan Persediaan Berlanjut..

Kamis, 3 Juni 2010 giliran 13 satker yang berada di wilayah Bandung, Subang, Jampangkulon, Karangsambung dan Yogyakarta yang mengikuti Sosialisasi / Workshop Penatausahaan Barang Persediaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, 3 – 4 Juni 2010 bertempat di Ruang Pangea lantai 2 Kantor Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Jl. Cisitu Bandung dan dihadiri oleh Kapus / Kepala UPT satker / pejabat yang mewakili, petugas aplikasi Persediaan dan petugas gudang.
Acara dibuka oleh Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen (Kapus Geoteknologi – LIPI) pada pukul 09.00. Sehubungan Bapak Sekretaris Utama tidak bisa hadir maka sambutan beliau sebagaimana ketika pembukaan acara serupa di Jakarta pada tanggal 26 – 27 Mei 2010 lalu, disampaikan oleh Ibu Dra. Betty Riyadini M.Si. (Biro Perencanaan dan Keuangan LIPI). Kemudian penyampaian laporan panitia penyelenggara oleh Kepala Bagian Perlengkapan BUP, Bapak Sunarto S.E. mewakili Ir. Agusto Wardjono Martosoedirdjo selaku penganggung jawab kegiatan.

Pembukaan Bandung

Pembukaan Bandung

Keterangan gambar : Bapak Indra Dwiyatmoko – Bapak Agung Passinoraga dari BPK RI, Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen, Dra. Betty Riyadini M.Si., Sunarto S.E. (kiri ke kanan)

Suasana Pembukaan

Suasana Pembukaan

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan karena berdasarkan Hasil Analisa Tim Audit BPK RI terhadap Laporan Keuangan LIPI T.A. 2009 untuk Penatausahaan Persediaan di lingkungan LIPI. belum mengarah kepada tersedianya informasi yang akurat dan tepat waktu.  Yang kedua adalah belum teradministrasinya bukti-bukti yang berkaitan dengan transaksi persediaan, baik melalui pencatatan, pemprosesan dan pelaporan transaski keuangan yang konsisten.  Terakhir adalah belum mendukungnya penyelenggaraan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) yang menghasilkan informasi persediaan sebagai dasar pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan.  Sehingga dengan diadakannya Sosialisasi/Workshop ini diharapkan dapat  memberikan pemahaman mengenai Penatausahaan Barang Persediaan sesuai peraturan yang berlaku kepada pihak yang terkait.  Terutama bagi tim pelaksana dapat mengevaluasi dan mendeteksi kesalahan pada mekanisme penatausahaan barang persediaan dari mulai input – proses – output, menganalisa perilaku vendor, user dan petugas sampai membuat laporan barang persediaan di setiap akhir pelaporan dengan baik dan wajar.

Peserta Sosialisasi Bandung 1

Peserta Sosialisasi Bandung 1

Seperti acara sebelumnya di Jakarta, setiap peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan mendapat latihan soal tentang kasus-kasus yang kerap dialami oleh pejabat ataupun petugas Barang Persediaan. Untuk Bandung, perserta dibagi menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok mendapat giliran mempresentasikan soal.

Peserta Sosialisasi Bandung 2

Peserta Sosialisasi Bandung 2

___

Peserta Sosialisasi Bandung 3

Peserta Sosialisasi Bandung 3

Foto Bersama Sosialisasi Bandung

Foto Bersama Sosialisasi Bandung

Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan

Sosialisasi Penatausahaan Barang Persediaan yang diselenggarakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 26 -27 Mei 2010 di Lantai 8 Sasana Widya Sarwono LIPI Jakarta dihadiri oleh 21 satuan kerja di lingkungan Jakarta – Serpong.

Pembukaan Sosialisasi

Pembukaan Sosialisasi

Presentasi kelompok 2

Presentasi kelompok 2

Suasana Sosialisasi Hari ke-1

Suasana Sosialisasi Hari ke-1

Hari pertama dihadiri oleh kepala satker / pejabat yang mewakili, operator Aplikasi Persediaan dan petugas penatausaha gudang.   Acara  dimulai sekitar pukul 09.40 dengan penyampaian laporan panitia penyelenggara oleh Kepala BUP, Bapak Ir. Agusto Wardjono Martosoedirdjo selaku penganggung jawab kegiatan.  Selanjutnya pengarahan sekaligus pembukaan oleh Sekretaris Utama LIPI, Bapak Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi. Dalam arahannya, beliau menegaskan agar petugas Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari petugas keuangan, petugas Barang Milik Negara (BMN) dan petugas Barang Persediaan agar dibuatkan SK Kepala LIPI sehingga jelas baik tugas pokok dan tanggung jawab maupun kompensasi yang didapat.  Untuk memacu semangat kerja, bisa saja pada saat HUT LIPI, dipilih petugas penatausahaan SAK terbaik serta mendapatkan reward yang pantas dan sesuai.  Semoga saja wacana bukan hanya sebagai ‘angin surga’, tapi  bisa ditindaklanjuti oleh pihak yang terkait sehingga dapat terealisasi.

Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga tahun 2009, selama 4 tahun berturut-turut dari tahun 2006 sampai dengan 2009, opini BPK RI atas Laporan Keuangan LIPI adalah Wajar Dengan Perkecualian (WDP).  Artinya adalah bahwa Laporan Keuangan telah disajikan dan diungkapkan secara wajar dalam semua hal yang material, kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan, sehingga informasi keuangan dalam laporan keuangan dalam Laporan Keuangan yang tidak dikecualikan dalam  opini pemeriksaan dapat diandalkan.  Sangat disayangkan bahwa Pentausahaan Barang Persediaan ‘dengan sukses’ telah menjadi salah satu ‘Perkecualian’ yang dimaksud.  Karenanya, kegiatan ini sangat perlu diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Hasil Audit Tim Audit BPK RI terhadap Laporan Keuangan LIPI.

<p align=justify>

Pelaksanaan Sosialisasi Penatausahaan Barang persediaan ini lebih kearah workshop.  Sebagai tim pengajar sekaligus narasumber adalah Bapak Agung Passinoraga dan Bapak Indra Dwiyatmoko dari BPK RI.  Pada setiap sesi, setiap peserta yang dibagi dalam 7 kelompok diberi latihan soal tentang kasus-kasus yang kerap dialami oleh pejabat ataupun petugas Barang Persediaan.  Studi kasus tersebut kemudian dipresentasikan oleh setiap kelompok secara bergiliran dan dibahas bersama solusi terbaiknya.

Suasana hari ke-2

Suasana hari ke-2

Presentasi kelompok 3

Presentasi kelompok 3

Kegiatan ini berakhir pukul 16.30, ditutup oleh Bapak Sunarto, Kepala Bagian Perlengkapan BUP, selaku Koordinator wilayah Jakarta – Serpong dan diakhiri dengan foto bersama antara peserta, narasumber serta panitia.

Foto Bareng

Foto Bareng

Semoga dengan kegiatan ini, dapat membuka wawasan dan memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana penatausahaan Barang Persediaan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku tidak hanya bagi petugas Barang Persediaan, tapi juga untuk kepala satuan kerja dan pejabat yang terkait.  Dan Laporan Keuangan LIPI TA 2010 Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) bukan sekedar mimpi…… Amien…..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.